Lantai Kotak Susun
Mentari diizinkan utuk enyah dari hadapannya
Mengurai banyak halau dicelah celah cahaya
Inginnya selalu malam, tapi maunya segera tidur
Bekas jejak masih rapi mengembun
Diarsirnya dengan terus menggoresnya dengan air mata
Kini motifnya tidak ada yang suka
Kusam dan nampak berkarat
Bangun lalu membuang air,
Didapati hinaan
Lalu meninju wadah nasi
Kembali menyendiri
Mengumpulkan dendam
Benci benci benci.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)




Tidak ada komentar: